Minggu, 24 Oktober 2010

arrivederci!

Halo mas yang ada di luar sana. Yang mungkin saat ini sedang sibuk dengan "peralatan tempur"- mu, tenggelam dalam lautan manusia, ditengah hingar- bingar Jakarta.

Halo mas yang memiliki banyak kesamaan dengan saya, namun kamu tidak sadar akan hal itu. Hai, kita mirip. Tapi hati kita memang tidak resiprok sayangnya.. ah..

Halo, ya, saya cuma mau ngucapin "Halo". Sebuah kata yang biasanya selalu dipakai orang- orang untuk mengawali sebuah pertemuan. Cih, jangan ge er, bukan hanya "Halo" yang mau saya bilang, tapi juga "Ciao!". Yaa... salah kamu yang terlalu buta tidak pernah melihat saya. Salah kamu yang terlalu sibuk membenahi hati kamu yang katanya udah peot itu, padahal hati saya juga gak kalah kisut dari hati kamu! Dan penyebabnya adalah kamu!

Juga.. salah saya yang terlalu itung- itungan buat bikin transparasi hati saya. Salah saya yang selalu tidak bisa menatap mata kamu lebih dari 2 detik. Salah saya yang.... ah... yang membohongi perasaan sendiri.


Kita berdua salah. Saya pun gak mau melangkah lebih jauh lagi.. Sudah ya, jangan recokin hati saya lagi..

Arrivederci!