Kamis, 07 Januari 2010

Dia, sang pengobrak abrik hati (duileeee)

Mereka, yang selalu membuat gertakan- gertakan baru. Membuat alis orang yang melihatnya menjadi naik dan berkerut. Mereka, yang berani berbicara di muka umum, padahal sebenernya yang mereka utarakan itu ada di dalam tiap hati rata- rata orang. Namun hanya mereka yang berani berbicara dengan lantang. Entah melalui syair, puisi atau cerita- cerrita mereka.
Mereka, yang berdandan nyentrik. Emoh berdandan seperti anak jaman sekarang yang makin berbelah rambutnya makin gaul, makin tenar, makin oke. Hem. Mereka, yang selalu saja berpikir, berpikir dan berpikir. Mungkin tidur pun juga berpikir! Berpikir bagaimana cara agar bersahabat dengan dunia. Membuat si dunia ini menerima mereka, sebagaimana ia menerima matahari dan hujan.
Mereka, yang terkadang salah kaprah. Mereka, yang terkadang mencari kebebasan. Padahal mau kalian jungkir balik akrobat bangun lagi jatoh lagi, kebebasan yang hakiki gak akan mereka dapetin! Mau hidup dimana kek pasti kalian akan ketemu yang namanya PERATURAN.
Mereka, yang terkadang tidak peduli dengan berapa perak duit yang mereka terima untuk sebuah pengorbanan yang mereka buat. Dengan azas YANG PENTING HEPI, mereka rela memberikan performa terbaik mereka hanya untuk mendapat satu kepuasan batin.
Mereka.. Yaa mereka.. Mereka.. Yang salah salah satunya ada dia. Mari, mulailah kita berganti sorotan tokoh. Tidak lagi tentang mereka, tapi tentang dia! Dia yang membuat saya menulis lirik- lirik yang sebundel itu. Menggiring saya mencipta nada itu, yang kemudian di harmonisasikan dengan lirik- lirik aneh itu. Dia, yang mendorong saya menjadi mulai mendengarkan lagu- lagu cinta yang bikin meler meleleh milik seorang Sean Lennon atau Sondre Lerche. Mereka. Mereka, para seniman. Seniman tulen. Bukan mereka yang cuman modal tampang dan kecimpring lalu dengan PD luar biasa tampil di panggung itu. BUKAN! BUKAN MEREKA! Dia pula yang membuat jari- jari saya terasa gatal, bak ada banyak keropeng yang menempel disana. Lalu mulai menekan deretan huruf- huruf di hadapan saya ini. Sampai akhirnya jadi kalimat dan paragraf ini.
Dia. Yang sudah lama saya dambakan hadirnya tapi tak kunjung datang selain di alam delusi. Cih, dia memang pengecut! Oh atau malah saya yang memang terlalu banyak berkhayal akannya?
Lalu.. permasalahannya, siapakah dia?! Huahahahaha, siapa yang bisa nebak? Ahahahahahaha. Ayo ayo di tebak- tebak! Yang bener di kasih hadiah, makan di rumah gue sepuasnya, tapi bekelnya bawa sendiri- sendiri, ehehehe (EH! TAPI GAK BOLEH NYEBUT MERK YAAAA! JANGAN NYEBUT JULUKAN JUGA! HAHA :D misalnya nyebut : ih itu kan si tonggos itu kan? atau apalaaah hehe, ITS JUST FOR FUN!)


*copy from my note facebook :)

cheers

Elmira Elegan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar